Indonesia akan maju dan tidak kalah dengan negara tetangga jika dalam pemerintahannya menerapkan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk kegiatan sehari-hari. pemanfaatan TIK ini sangat penting, karena nasib indonesia di masa depan akan bergantung pada kemampuan masyarakatnya menguasai dan menerapkan TIK. Ada empat pokok masalah, yaitu:
efisiensi bandwith
local content
peningkatan pengetahuan masyarakat
kerjasama antar departemen
Komitmen atasan merupakan salah satu kunci keberhasilan penerapan teknologi informasi di lingkungan pemerintahan, dan saat ini tidak mudah untuk mencari "atasan" yang punya wawasan ke depan dan mau menerobos berbagai kesulitan yang diakibatkan oleh penerapan teknologi informasi. Infrastruktur yang tidak menunjang, tim teknis yang tidak andal, dan masih tergantungnya semua bagian ke satu pekerjaan yang membutuhkan "kebijaksanaan" adalah hal-hal yang menghambat penerapan TIK di seluruh kantor pemerintahan.
Saat ini penggunaan bandwith di Indonesia sangat tidak efisien. kebanyakan orang Indonesia menggunakan mail server di luar negeri seperti yahoo.com, gmail.com, hotmail.com, atau domain lainnya yang berada di Amerika atau luar negeri. Dengan menggunakan domain yang berada di luar, otomatis kita memerlukan infrastruktur untuk mengakses jaringan tersebut, dan biaya unutk mengaksesnya lumayan mahal karena selain harus menggunakan satelit, kita juga tergantung pada operator yang menguasai jaringan serat optik yang melintas laut luas.
Pengembangan local content atau Isi Internet Indonesia (I3) juga merupakan satu hal yang harus dipikirkan. Pemindahan e-mail ke server lokal, pembangunan situs yang disimpan di server lokal, dan pengembangan I3 lainnya merupakan langkah yang harus kita lakukan terus-menrus dan tidak terputus. Kelemahan selama ini adalah kita tidak memiliki konten yang handal yang dapat menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari, sehingga e-mail saja harus dipasang di server luar negeri.
Pemerintah sebagai "enabler" merupakan solusi untuk memperkaya I3 dengan berbagai aplikasi yang berbasis WEB seperti perpanjangan KTP dan kartu-kartu lainnya yang secara berkala akan diakses oleh masyarakat selama 24 jam.
Pemanfaatan TIK saat ini masih terkesan asal pakai saja, belum menyentuh pada kebutuhan yang primer. Pemanfaatan TIK hanya melulu di bidang finansial dan pengolahan database, sementara untuk bidang-bidang lain seperti keamanan (security), efisiensi, dan proses kerja masih sangat terbatas pemanfaatannya. Penelitian tentang pemanfaatan TIK ini masih sangat terbatas , karena kebutuhan masyarakat masih merasakan belum menjadi kebutuhan primer.
Kerja sama antardepartemen atau bagian didalam satu perkantoran merupakan pekerjaan besar yang harus dilalui unyuk menerapkan penggunaan TI secara nasional. Karena saat ini, penerpan TI dilingkungan pemerintahan masih tersebar secara acak.
Selengkapnya...











